Our Sponsors

Saya Tegaskan Bahwa Sebagian Besar Artikel di Blog Ini Berasal Dari Pulsk.

Artikel Yang Tidak Tercantum Sumbernya Adalah Berasal Dari Puslk

Tuesday, May 14, 2013

5 Kota Indah di Pinggir Tebing Curam

Pernah merasakan tinggal di rumah yang lokasinya tepat di pingir tebing atau jurang? Kalau belum wajar saja, disamping masih banyak lokasi lainnya yang lebih cocok untuk tempat tinggal juga pastinya berbahaya. Tapi di belahan bumi lainnya Anda akan menemukan beberapa kota tua yang lokasinya tepat berada di pinggir atau di atas tebing yang tinggi. Beberapa di antaranya sudah ada sejak jaman Romawi Kuno dan ada juga yang menjadi tempat tujuan utama turis dunia.

1. Ronda (Spanyol): Di Pinggiran Jurang Sedalam 100 Meter
Lokasinya di area pegunungan dengan ketinggian 750 meter di atas permukaan laut. Kota Ronda ini terletak di provinsi Malaga, Spanyol. Sebuah jurang sedalam 100 meter yang dinamakan “El Tajo” memisahkan kota tua dan kota barunya. Di sini terdapat bangunan-bangunan dan rumah-rumah tinggal yang lerletak tepat di pinggirannya. Bepergian dari kota yang lama ke kota yang baru dimungkinkan karena di sini juga terdapat tiga jembatan, yang masing-masing dibangun pada jaman yang berbeda: jaman Romawi, Moorish, dan pada abad 18.


2. Bonifacio (Corsica): 70 meter di Atas Laut Mediterania

Di bagian Selatan pulau Corsica, Bonifacio adalah area tempat tinggal terbesar di pulau ini. Kota yang terlihat rentan ini berdiri dia atas tebing putih curam Limestone yang mempunyai ketinggian 70 meter.
Di dasar tebing terhampar lautan Mediterania dengan gelombang biru memukau. Selama berada disini Anda juga bisa merasakan hembusan angin laut atau melihat burung-burung beterbangan.
Surga lautan ini sekarang juga berfungsi sebagai pelabuhan kecil dan sebagai tempat berkumpulnya yacht mahal dari berbagai dunia.

3. Castellfolit de la Roca (Spanyol): Di Atas Tebing Basal Berketinggian 50 Meter

Castellfolit de la Roca adalah sebuah kota kecil di Provinsi Catalonia, Spanyol, yang berada diantara pertemuan sungai Fluvia dan Toronell. Di kota yang berada di tebing basal ini, Anda akan melihat pemandangan hijau pepohonan yang mendominasi lingkungan di sekitar kota.
Karang basal yang menopang kota ini mempunyai ketinggian lebih dari 50 meter dan hampir 1 kilometer memanjang. Wilayah berpenghuni ini awalnya terbentuk dari lapisan yang saling mengisi dari dua aliran lava.

4. Santorini (Yunani): Surga Pada Ketinggian 300 Meter

Anda penggemar komposer Yanni? Kalo iya Anda pasti tahu komposisinya yang berjudul sama dengan tempat ini: Santorini. Konon sang maestro musik asal Yunani itu berasal dari kota ini. Lokasinya sekitar 200 km sebelah tenggara tanah daratan Yunani. Kepulauan Santorini sesungguhnya dulu terbentuk dari letusan vulkanik yang besar dan mengakibatkan terbentuknya kaldera seperti sekarang ini. Pemandangannya yang sangat indah dan juga suasana malam hari yang luar biasa menjadikannya tujuan wisata utama di Eropa. Letusan gunung Minoan sekitar 3600 tahun yang lalu di tempat bermukim orang Minoan meninggalkan kaldera yang luas dan juga tumpukan abu vulkanik sedalam kaki dan diduga memusnahkan peradaban orang Minoan di Pulau Crete, 110 km ke selatan, oleh terjangan tsunami raksasa yang mengikutinya. Di sini juga terdapat sebuah danau di pinggir laut berbentuk hampr persegi berukuran 12 km kali 7 km dan dikelilingi oleh tebing setinggi 300 m pada tiga sisinya.

5. Manarola (Italia): Lokasi Kota di Italia yang Paling Berbahaya
Lerletak di Liguria, Manarola mungkin menjadi tempat yang paling berbahaya untuk ditinggali meskipun terlihat mengagumkan karena berdiri diantara tebing-tebing curam di tepi laut.
Kota ini telah berdiri cukup lama berdasarkan bukti yang tertulis pada teks Romawi sebagai tempat memproduksi wine. Memang salah satu industri utama kota ini adalah pembuatan wine atau minuman anggur.
Sebagai salah satu tempat wisata menarik di Italia, Anda bisa jalan-jalan di sekitar kebun anggur atau berjalan melewati Via dell’Amore (jalur cinta) sambil melihat bangunan-bangunan dengan warna cerah.

0 Comments:

Post a Comment

Budayakan Meninggalkan Komentar Setelah Membaca Sebuah Artikel :)

Copyright by Muhammad Farhan Ammar. Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...