Our Sponsors

Saya Tegaskan Bahwa Sebagian Besar Artikel di Blog Ini Berasal Dari Pulsk.

Artikel Yang Tidak Tercantum Sumbernya Adalah Berasal Dari Puslk

Sunday, November 25, 2012

Face in The Windows (The lightning potret of Henry Wells)

Apa kabar semuanya?Selama sebulan jari ini tidak mengetik artikel untuk blog rasanya gatal sekali.Bukannya tambah malas tapi malah semakin bersemangat,karena tema-temanya terus saja bermunculan di kepala saya.Tapi karena terdapat beberapa halangan akhirnya baru bisa posting sekarang.Baiklah,sebagai pembuka saya akan mengajak kalian mengintip tempat yang cukup terkenal di Alabama.Here we go....

Pickens County Courthouse

Pickens County Courthouse, Carrolton, Alabama adalah sebuah gedung pengadilan yang terletak di barat Alabama.Menurut kabar yang tersiar, sebuah penampakan berbentuk wajah manusia tanpa sengaja terekam kamera dari salah satu panel jendela.Legenda mengatakan bahwa wajah tersebut adalah milik seorang yang bernama Henry Wells, seorang pria berkulit hitam yang dituduh melakukan pembakaran gedung pengadilan pada tahun 1878.


Pada awalnya, gedung pengadilan asli Pickens County telah terbakar habis oleh tentara serikat pada tahun 1865.Setelah dibangun kembali,bangunan itu dibobol pada tahun 1876 dan kembali terbakar habis.Sementara masyarakat kota membangun kembali gedung tersebut, pembicaraan mulai dihidupkan dengan desas-desus pelaku pembakaran&perampokan.Mereka mulai menduga-duga siapa dalangnya, dan tersangkanya pun jatuh kepada seorang pria yang bernama Henry Wells.

Mereka mencurigainya karena dia adalah budak berkulit hitam yang telah dibebaskan dan tinggal di dekat gedung pengadilan tersebut.Henry Wells juga dikenal sebagai pribadi yang bertemperamen buruk,suka berkelahi dan membuat keributan.Itulah yang menjadikannya tersangka utama di mata masyarakat.Henry lalu ditahan&dibawa ke pengadilan, menunggu untuk diadili.

Sementara Henry menunggu di penjara,orang-orang mulai bergosip mengenai mantan budak itu dan mereka semakin percaya bahwa Henry memang bersalah. Hm...tampaknya warga mulai tidak sabar untuk menunggu pengadilan resmi dijalankan.

Sang sherif yang mendengar hal ini khawatir akan keselamatan Henry,takut jikalau nanti massa akan mengamuk dan menjebol tempat Henry ditahan.Maka sherif pun memutuskan untuk membawa Henry ke atas loteng bangunan tersebut.Dan ternyata benar dugaan sherif, massa mulai berkerumun di bawah gedung pengadilan dengan amarah yang meluap sambil membawa tali gantungan.

"Berikan kami si budak itu!",teriak para massa.

Henry yang kelihatan takut dan panik menghampiri jendela loteng tersebut,berteriak kepada kerumunan massa di bawah,"Aku tidak bersalah!"

Tapi mereka terus berteriak dan meminta Henry turun dan menerima hukuman gantung.

"Aku benar-benar tidak bersalah!",ulang Henry ketakutan.

"Kalau kalian benar-benar ingin menggantungku,aku bersumpah akan menghantui kalian seumur hidup!",Henry mengucapkan sumpahnya.Kemudian petir menyambar gedung tersebut dan menerangi wajah Henry yang ketakutan di balik panel jendela.

Salah satu legenda mengatakan kerumunan massa itu lalu menggantung Henry keesokan harinya dan satu lagi mengatakan Henry meninggal disambar oleh petir.

Nah sekarang coba kita lihat seperti apa wajah yang dimaksud.


Lihat?Kurang Jelas?

Kalau yang ini?

Coba yang ini..


Yah,memang kurang jelas,tapi yang pasti itu memang bentuk wajah (ada mata,hidung,telinga,mulut).

Well,mungkin jika kalian punya rejeki untuk berjalan-jalan kesana,kalian bisa membantu saya untuk mengambil fotonya yang lebih jelas (haha..).Oya satu hal lagi, meski gambar wajah pada jendela tersebut dapat dengan mudah dilihat,tapi jangan harap bisa melihatnya dari dalam karena wajah itu hanya bisa terlihat dari luar gedung pengadilan.Nah lho?

Note: Sejak foto diatas tersebut diambil, kota Carrollton menjadi terkenal. Bahkan diluar gedung pengadilan,teropong permanen sengaja dipasang diseberang jalan dari jendela untuk orang-orang yang ingin melihatnya lebih dekat.

0 Comments:

Post a Comment

Budayakan Meninggalkan Komentar Setelah Membaca Sebuah Artikel :)

Copyright by Muhammad Farhan Ammar. Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...