Our Sponsors

Saya Tegaskan Bahwa Sebagian Besar Artikel di Blog Ini Berasal Dari Pulsk.

Artikel Yang Tidak Tercantum Sumbernya Adalah Berasal Dari Puslk

Monday, November 26, 2012

Mukesh Ambani : Orang Terkaya Asia dan Rumah Rp 19 Triliun-nya


              
Mukesh Ambani adalah merupakan pengusaha India yang menjadi orang terkaya di Asia (tentu saja terkaya juga di India) berdasarkan perhitungan Forbess Maret 2009.
Kekayaan Mukesh Ambani mencapai 19.5 miliar dollar atau  Rp 185 triliun (kurs Rp 9500 per dolar US). Dan dalam daftar orang terkaya dunia 2009, Mukesh Ambani masuk peringkat ke-7. Pada tahun 2007, Mukesh bersama adiknya Anil Ambani dinobatkan sebagai keluarga paling kaya di dunia. Total kekayaan Mukesh dan Ambani pada saat itu mencapai US$ 60 miliar.
Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Tahun 2009 versi Majalah Forbes
  1. Bill Gates / William Gates III : USA, 53 tahun, US$ 40 miliar
  2. Warren Buffet : USA, 78 tahun, US$ 37 miliar
  3. Carlos Slim Helu & Fam  : Meksiko, 69 tahun, US$ 35 miliar
  4. Lawrence Ellison : USA, 64 tahun, US$ 22.5 miliar
  5. Ingvar Kamprad & Fam : Swedia, 83 tahun, US$ 22 miliar
  6. Karl Albrecht : Jerman, 89 tahun, US$ 21.5 miliar
  7. Mukesh Ambani   : India, 52 tahun, US$ 19.5 miliar
  8. Lakshmi Mittal : India,  58 tahun, US$ 19.3  miliar
  9. Theo Albrecht : Germany, 87 tahun, US$ 18.8 miliar
  10. Amancio Ortega : Spanyol, 73 tahun, US$ 18.3 miliar

Biografi Singkat

Mukesh Ambani merupakan anak pertama dari 4 bersaudara dari seorang pengusaha sukses India bernama Dhirubhai Ambani. Orang tuanya pada awalnya adalah orang miskin yang memiliki kegigihan dan semangat hidup yang tinggi. Saking gigihnya, orang tua Mukesh menjadi “TKI” di negeri Yaman dan pada waktu bersamaan melahirkan Mukesh 52 tahun silam. Ayahnya merupakan pendiri dari Reliance Industries. Sepeninggalan Dhirubhai pada tahun 2002 silam, konglomerasi perusahaannya diwariskan ke dua putranya, Mukesh dan Anil.
Sebagai anak pertama, Mukesh Ambani menjadi pemimpin, direktur pengelola, dan pemilik saham terbesar (sebanyak 48%) di Reliance Industries. Reliance Industries sendiri merupakan perusahaan swasta terbesar di India dan termasuk dalam perusahaan 500 perusahaan terbesar dunia tahun 2008 yakni peringkat 206 dunia. Reliance Industri bergerak dalam bidang perminyakan, petrokimia, garmen hingga anak perusahaan bergerak dalam bidang retail (Reliance Retail).
Masuknya Mukesh Ambani bersama Lakshmi Mittal menjadikan Asia sebagai awal kebangkitan ekonomi Asia yang selama ini sedang tidur. Sejumlah konglomerat dari India dan China sudah menjadi “langganan” daftar Forbess yang tiap tahun dirilis pada bulan Maret.

“Kegilaan” Si Konglomerat Asia

Wah atau Gila….Itulah kata yang kita keluarkan ketika mendengar sebuah rumah seharga Rp 19 triliun hanya diperuntukkan bagi tempat tinggal sebuah keluarga yang terdiri suami, istri, 3 orang dan ibunya. Biaya pembangunan rumah tersebut mencapai 2 miliar dollar atau mencapai Rp 19 triliun, begitulah judul artikel IndiaTimes pada Mei 2008 silam. Pemilik rumah Rp 19 triliun adalah si konglomerat dari Asia, Mukesh Ambani.
Rumah Rp 19 Triliun Si Konglomerat Asia (tampak dari depan)
Rumah pria lulusan Teknik Kimia Universitas Mumbai ini diberi nama Antilla. Antilla memiliki 60 lantai dengan  tinggi 173 meter, lebih tinggi dari Tugu Monas Jakarta yang hanya 132 meter. Bila harga sebuah gedung dengan tinggi 100-an meter di pusat perkotaan hanya berkisar 0.5 -3 triliun, lalu mengapa gedung 173 meter bisa mencapai 19 triliun atau setidaknya 9.5 triliun? (beberapa versi mencatat harga Antilla US$ 1 miliar).
Fasilitas, dekorasi, aksesories super lux menjadi salah satu alasan mengapa Antilla menjadi rumah termahal di dunia. Disamping itu, Antilla dilengkapi dengan sistem parkir modern, sistem servis koleksi mobilnya yang diparkir di 6 lantai pertama, lantai hiburan, lantai kesehatan hingga balkon super mewah. Gedung Antilla ini juga dilengkapi helipad, gymnastic, kolam renang, dan masih banyak lagi.
Lihat Saja Kamar Mandinya


Ruang Makannya juga
Berbeda dengan Bill Gates yang tidak menghabiskan kekayaannya dengan rumah-rumah supermewah, Mukesh Ambani seolah ingin menunjukkan kekayaannya yang wah di salah satu kota terbesar di Asia Selatan, dan kota terpadat nomor 2 di dunia setelah Sanghai-China. Gedung Antilla berdiri di lahan seluas 49000 kaki persegi.

Beberapa Fakta Unik Antilla

  • Tiap beberapa lantai dipisahkan ruang pisah yang diisi taman.
  • Tinggi ruang tiap lantai mencapai 3 meter, relatif tinggi dibanding gedung atau rumah konvensional.
  • Untuk menyimpan mobil-mobil mewahnya, 6 lantai Antilla disiapkan sebagai lahan parkir lengkap dengan fasilitas maintance-nya. (mantaince centre dipusatkan di lantai ke-7)
  • Lantai ke-8 digunakan untuk ruang theater dan hiburan.
  • Tersedia helipad untuk helikopter pribadinya.
  • 2 lantai khusus untuk ‘lantai sehat’ yang terdiri dari kolam renang, gymnasium, ruang aerobic dan tempat ‘relaks’ para tamu.
  • 4 lantai paling atas digunakan sebagai ruang keluarga, yang mana dari gedung ini dapat melihat Laut Arab. Kota Mumbai berada di pesisir pantai yang menghadap Lautan Arab disebelah Barat-nya.
  • Untuk merawat, menjaga dan menjalankan seluruh fungsi gedungnya, Mukesh Ambani mempekerjakan 600 orang pegawai…
People walking on a narrow street. Shops and a stall are seen nearby.
Salah satu tempat kumuh di sisi kota
Hm…..emang sih wajar-wajar saja jika ia menghabiskan uangnya untuk membangun rumah super-super mewah daripada ia gunakan uang tersebut untuk membantu perang atau membuat teror. Namun, sangatlah ironis jika gedung supermewah tersebut dibangun ditengah-tengah kemiskinan dan kumuhnya warga kota ini.
Akan menjadi pemandangan seperti langit dan bumi, apabila gedung Rp 19 triliun disanding dengan ratusan ribu dari 14 juta penduduk kota yang masih hidup di trotoar.
**********
Jika rekan-rekan sekaya (cukup hanya 1/1000 kaya dari si Mukesh Ambani), apa yang akan rekan-rekan ikhtiarkan kekayaan rekan-rekan? Pasti bukan membangun rumah semewah itu bukan? (hmm…tentu uangnya gak cukup he..he..)

0 Comments:

Post a Comment

Budayakan Meninggalkan Komentar Setelah Membaca Sebuah Artikel :)

Copyright by Muhammad Farhan Ammar. Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...