Our Sponsors

Saya Tegaskan Bahwa Sebagian Besar Artikel di Blog Ini Berasal Dari Pulsk.

Artikel Yang Tidak Tercantum Sumbernya Adalah Berasal Dari Puslk

Saturday, July 27, 2013

Mekanisme Perubahan Warna Daun Karena Usia

Nah masih menyangkut daun, ternyata daunpun memiliki mekanisme perubahan warna dikarekan usia, seperti halnya rambut kita yang berubah menjadi putih. Bedanya bila daun dia dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menjadikan dia berubah warna salah satunya ya usia tersebut, selengkapnya simak ya artikel saya ini.

Proses fotosintesis dipengaruhi oleh umur daun dan hal tersebut akan berpengaruh terhadap perubahan warna daun, karena pada fotosintesis terdapat pigmen yang berhubungan dengan warna daun (Susanto, 2008). Tanaman senantiasa tumbuh dan pucuk-pucuk daun akan muncul di ujung cabang. Tanaman muda pada dasarnya memerlukan intensitas cahaya yang relatif rendah, sehingga aktifitas fotosintesisnya tidak maksimum yang menyebabkan warna daun berusia muda biasanya berwarna lebih pucat dibandingkan daun yang berusia tua 

Daun dengan umur muda akan berubah warna menjadi daun yang lebih hijau. Hal ini terkait dengan jumlah nutrisi yang didistribusikan ke daun. Daun yang mengalami penuaan cenderung menerima nutrisi yang lebih banyak, sehingga daun tua mendapat lebih banyak klorofil. Oleh sebab itu warna daun yang berumur tua lebih hijau.

Pertambahan umur tanaman akan mengarah pada penurunan kondisi bahkan kematian pada organ atau organisme. Bagian akhir dari perkembangan sampai hilangnya fungsi dan pengorganisasian disebut penuaan. Penuaan akan dialami semua sel di waktu yang berbeda-beda.

Salah satu bagian tanaman yang mengalami penuaan adalah daun. Bagian daun memiliki umur terbatas, daun yang tua akan berubah warna lagi menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya merah kecoklatan, lalu daun akan gugur. Proses menggugurkan daun akan diikuti oleh perubahan warna daun. Warna daun yang gugur akan berbeda dengan daun yang masih segar (kondisi optimal). Kondisi yang terjadi pada saat penguguran daun adalah ketersediaan air tanah yang berada pada level rendah (Anonim b, 2011). Penguapan air yang terjadi tidak seimbang dengan kemampuan penyerapan air oleh akar. Pengguguran daun dilakukan tanaman sebagai adaptasi untuk mencegah kehilangan air yang berlebih dan membantu daur ulang zat-zat makanan.

Kondisi tersebut dapat diamati pada musim kemarau pada jenis tanaman tertentu. Ketersediaan air penting dalam proses fotosintesis, dengan berkurangnya air maka fotosintesis akan terhambat, sehingga yang terjadi adalah air terus menguap dan klorofil berkurang. Akibatnya warna daun berubah menjadi kuning, kecoklatan dan akhirnya gugur. 

Selama musim kemarau, tanaman memproduksi klorofil terus untuk membantu meningkatkan produksi glukosa, yang digunakan pohon sebagai makanan mereka. Sampai suatau saat ketika durasi panjang suatau hari menurun, dan menyebabkan matahari bersinar lebih singkat, pohon tersebut secara bertahap akan mulai menurunkan produksi klorofil dan pembuluh darah yang menuju ke daun lambat laun akan menutup. Ketika hal ini terjadi, maka yang tersisa pada daun hanyalah karotenoid dan antosianin, sehingga daun pun akan tampak berubah warna menjadi oranye, kuning merah, atau ungu.

Zat kimia dalam daun, aksin juga mengatur sel-sel pada batang daun. Auksin mencegah lapisan absisi terbentuk sempurna. Pada musim gugur akan memicu terhambatnya produksi auksin sehingga lapisan absisi terbentuk menghalangi sirkulasi air, nutrien, dan gula ke daun. Klorofil mengalami disintergrasi dan memicu pigmen lain seperti karoten ataupun anthocyanin menampakkan warnanya.

Hal utama yang memicu perubahan warna pada daun adalah berapa lama matahari menyinari daun tersebut dan panjang pendeknya hari. Beberapa pohon tergantung dari species pohon tersebut memiliki mekanisme yang akan memicu proses penutupan pembuluh darah pohon yang menuju ke daun dan akhirnya menggugurkan daun tersebut, mencegah agar pohon itu tidak membeku karena vena masih terbuka, yang berpotensi dapat membahayakan pohon. Selain hal tadi, kelembaban dan suhu juga berperan penting dalam proses ini.

Suhu juga berperan dalam perubahan warna daun. Namun, suhu hanya berperan kecil mengingat bahwa pohon yang berasal dari spesies yang sama pada ketinggian yang sangat tinggi, di mana suhu lebih dingin, akan memiliki perubahan warna daun pada waktu yang hampir sama persis dengan pohon yang berada di ketinggian yang lebih rendah. Proses penuaan daun dimulai pada tanaman umur 44 hari yang ditandai dengan menurunnya kandungan klorofil. Pada umur ini diduga terjadi perubahan warna daun dari umur daun muda dengan warna lebih terang ke warna daun yang lebih tua (lebih hijau).

 Nah bagaimana mungkin seperti itu mekanik daun yang warnanya berubah di karekan usianya , Sudah tahu kan? sayapun baru tahu ternyata seperti itu,  semoga sedikit artikel ini bermanfaat, 

0 Comments:

Post a Comment

Budayakan Meninggalkan Komentar Setelah Membaca Sebuah Artikel :)

Copyright by Muhammad Farhan Ammar. Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...